Rabu, 16 Mei 2018

PUASA RAMADHAN


  • Niat Puasa Ramadhan
Puasa ramadhan adalah puasa wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal. Kewajiban perintah puasa ramadhan telah diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa".
Adapun niat puasa ramadhan sebagai berikut :

  نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta'ala
Artinya : Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala

  • Niat Buka Puasa Ramadhan
“Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun niat buka puasa ramadhan sebagai berikut :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya : Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Download Panduan muslim di google play!, Aplikasi muslim terlengkap di Indonesia.


Senin, 07 Mei 2018

KUMPULAN SHALAT SUNNAH


1.  Shalat Awwabin

Shalat sunnah Awwabin adalah shalat sunnah yang di kerjakan antara shalat magrib dan shalat isya. adapun jumlah rakaatnya paling seidkit 2 rakaat, dan boleh dikerjakan 6 rakaat atau hingga 20 rakaat.
Berikut adalah niat shalat sunnah awwabin:

أُصَلِّي سُنَّةَ حِفْظِ الْاِ يْمَانِ مَعَ الْأَوَّا بِيْنَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَي

Ushalli sunnata hifdzil iimani ma’al awwabiina rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah memelihara iman dan awwabin dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.

2. Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat Sunnah yang dikerjakan ketika waktu Dhuha yaitu waktu dimana Matahari mulai naik kira-kira pukul 7 pagi hingga pukul 11 siang. Jumlah rakaat shalat dhuha minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan dua rakaat sekali salam. Rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah disunnahkan membaca surat Asy-Syams. Rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah disunnahkan membaca surat Ad-Dhuha.
Berikut adalah niat shalat sunnah Dhuha:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَي رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ ا لْقِبْلَةِاَدَا ءً لِلَّهِ تَعَا لَي

Uhsalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal kiblati a daa an lillahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala"

Doa Setelah shalat dhuha:

اَللَّهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللَّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.
Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu,  penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba Mu yang sholeh".

3. Shalat Tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, dimulai setelah isya hingga terbit fajar atau menjelang subuh (lebih baik dilakukan setelah tidur). Waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir yaitu antara pukul 01.00 hingga 03.00
Adapun niat shalat tahajut sebagai berikut:


أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَي
Ushalli sunnatan tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tahajud dua raka’at karena Allah Ta’ala”.

Doa setelah shalat tahajud:

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللَّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَااِلَهَ اِلَّا اَنْتَ. وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّابِاللَّه

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. Walakal hamdu anta malikussamaa waati wal ardhi wa man fiihinna. Walakal hamdu anta nuurus samaawatii wal ardhi wa man fihinna. Wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa‘ dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, waljannatu haqqun, wannaa ru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihi minnii antal muqaddimu, wa antal mu’akhiru, laa illaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: “Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar), janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. Tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

4. Shalat Istikharah

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat untuk memohon kepada Allah atas ketentuan pilihan yang lebih baik di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya. Shalat Istikharah boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat atau hingga 12 rakaat (enam salam). Shalat Istikharah lebih utama jika dikerjakan pada waktu malam hari, karena biasanya pada suasana hening hati akan khusyu’ dalam shalat dan membaca doa.
Berikut adalah niat shalat sunnah Istikharah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan Istikharah rak’ataini lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala”.

Doa setelah shalat Istikharah:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَالْاَمْرَخَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْلِى الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ

Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal ‘adzhiimi. Fainnaka taqdiru walaa aqdiru walaa a’lamu wa anta ‘allaamulghuyuubi. Allahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wa ma ’aasyii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma ‘aasyii wa a’aaqibati amri wa ‘aajilihi fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdurlil khaira haitsu kaana tsumma radhinii bihi.
Artinya: “Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan oleh Mu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghaib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu”.


***Untuk lebih lengkapnya Download Aplikasi Panduan Muslim. GRATIS***


-Semoga bermanfat :)